Rabu, 03 Agustus 2011

Love Like The Onion Garlic

Love Like The Onion Garlic
Ehm……aroma harum menyeruak dari dalam dapur. Dengan cepat menyusup ke dalam kamarku. Ya aroma ini yang selalu membangunkanku di pagi hari. Aroma bawang goreng kesukaanku, tapi aku sangat membenci rasanya, karena begitu aku memakannya maka tubuhku langsung gatal dan panas tidak karuan. Yah, aku memang alergi dengan bawang goreng(alergi yang aneh).
“Heh…ayo cepat kamu harus berangkat pagi, ibu tidak bisa mengantarmu hari ini”kata Ibu
“Apa???”tanyaku kesal
“Makanya ayo cepat…”kata ibu
Dengan kesal terpaksa aku mandi dan makan dengan cepat. Jangan sampai aku telat lagi.
Sial…hari ini aku telat lagi, alhasil aku di hukum membersihkan toilet. Ampun deh sial banget si. Tepat pukul 07.45 hukumanku berakhir. Untung saja pelajaran matematika kosong. Aku berjalan santai menuju kelas.
Aku baru nyadar,kalo belum ngerjain tugas Fisika. Secepatnya aku mencontek tugas fisika dan mengumpulkannya.“Huft, akhirnya selesai juga”. Jam pelajaran matematika telah usai berganti dengan pelajaran PKN yang membosankan. Akhirnya waktu isirahat tiba, seperti biasa aku makan dan ngobrol di kantin. Sampai aku menyadari satu hal yang aneh. Aku merasa ada yang sedang memperhatikanku dari tadi. Aku menoleh dan ternyata Fandi lah yang dari tadi menatapku sambil tertawa lepas bercanda dengan Yayan. Aku hanya bisa diam dan merasa heran,”Kenapa Fandi menatapku seperti itu?memangnya ada yang aneh dariku?ah sudahlah mungkin itu hanya perasaanku saja”.
Bel tiga kali telah berbunyi tanda waktunya untuk pulang. Namun masih segar ingatanku tentang kejadian tadi, saat Fandi menatapku, aku merasa ada sesuatu yang aneh.
“Fan, jangan lupa tugasmu ya” kataku
“Oh…iya pasti”jawab Fandi
“Sip…” sahutku
“Linda, kamu udah ngumpulin tugas belum?”Tanya Dinda
“Tugas apa?”tanyaku
“Tugas matematika”jawab Dinda
“Ya ampun aku lupa,hehe…bentar ya aku kerjain dulu” kataku. Aku mengerjakan tugas matematika secepat mungkin.
“Ini udah selesai, thanks ya dah mau nunggu”kataku sambil menyerahkannya pada Dinda
“Oh iya, sama-sama”jawab Dinda
Aku dan Lasya berjalan keluar menuju gerbang sekolah yang sudah terbuka lebar.
“Nda, itu tadi yang namanya Fandi?tanya Lasya”
“Oh, iya memangnya kenapa?tanyaku heran
“Sepertinya dia punya perasaan lebih ke kamu”kata Lasya
“Ha??????jangan becanda ah”kataku heran
“Kelihatan jelas tahu, begitu kamu dateng perhatiannya langsung tertuju ke kamu. Kamu aja yang ngga kerasa” jelas Lasya
“Ha??????masa si???”tanyaku tak percaya
“Ya, buktikan saja sendiri”kata Lasya
Aku masih terheran-heran dengan kata-kata Lasya. Lasya itu perasa banget, dan itu jarang meleset. Seorang Fandi suka sama aku?bener-bener kenyataan yang sulit dipercaya. Dia itu konyol, jahil, cuek,dll. Terang aja aku ngga percaya perkataan Lasya.

To be Continued
............


Tidak ada komentar:

Posting Komentar